Translate

Jumat, 30 Januari 2015

OSI Layer

OSI Layer


Pengertian 7 Layer OSI

7 Layer OSI adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI mempunyai sebuah kepanjangan, yaitu : Open System Inter Connection yang merupakan Kumpulan Layer-layer yang tidak salingbergantungan namun saling berkaitan satu sama lainnya, maksud dari pernyataan tersebut adalah masing-masing Layer sudah mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing dan Saling mengisi satu sama lain, dan sama halnya dengan sebuah kerjasama Kelompok. jika salah satu dari Layer tersebut tidak digunakan berarti tidak akan Terbentuk jaringan.

Komponen Penyusun 7 Layer OSI

7 OSI Layer memiliki 7 Layer yang Terdiri dari :
    1. Physical Layer 
    2. DataLink Layer 
    3. Network Layer 
    4. Transport Layer 
    5. Session Layer 
    6. Presentation Layer 
    7. Application Layer.
    Dari ke Tujuh layer tersebuat mempunyai 2 (dua) Tingkatan Layer, yaitu:
      1. Lower Layer yang meliputi : Physical Layer, DataLink Layer, dan Network Layer.
      2. Upper Layer yang meliputi : Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer 

      Fungsi Masing-Masing Layer beserta Protokol dan Perangkatnya

      Dari ke Tujuh Layer tersebut juga mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing, yaitu :
        1. Physical Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan dan pengabelan. Adapun perangkat-perangkat yang dapat dihubungkan dengan Physical layer adalah NIC (Network Interface Card) berikut dengan Kabel - kabelnya
        2. DataLink Layer : Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yangdisebut sebagai framePada Layer ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti Halnya MAC Address, dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti HUB, Bridge, Repeater, dan Switch layer 2 (Switch un-manage) beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi Layer ini menjadi dua Layer anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
        3. Network Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan Router dan Switch layer-3 (Switch Manage).
        4. Transport Layer : Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada layer ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
        5. Session Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama.
        6. Presentation Layer : Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam Layer ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
        7. Application Layer : Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam layer  ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

        Sharing Koneksi Modem

        Sharing Koneksi Modem Dengan Wifi



        WiFi adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel (menggunakan gelombang radio) melalui sebuah jaringan komputer.
        Saat ini saya mencoba untuk berbagi pengalaman tentang melakukan Sharing koneksi Internet modem dengan memanfaatkan Jaringan WiFi Ad-Hoc yang terdapat pada Windows 7

        Apa itu Jaringan WiFi Ad-Hoc?
        Jaringan WiFi Ad-Hoc  adalah mode jaringan WiFi yang memungkinkan dua atau lebih device (komputer atau router) untuk saling berkomunikasi satu sama lain secara langsung (peer to peer) tanpa melalui Central Wireless Router atau Acces Point (AP).

        syarat dan ketentuannya :
        1. Memiliki modem yang dapat terkoneksi dengan internet
        2. Minimal menggunakan 2 PC atau Lebih
        3. Masing-masing PC dilengkapi dengan perangkat Wireless (WiFi)
        4. Dalam hal ini saya menggunakan Windows 7
        Berikut Langkah-langkah cara melakukan sharing koneksi internet dengan 1 modem pada 2 PC atau lebih Via WiFi : 
        1. Set up a wireless ad hoc network, buka Start → ketikkan adhoc pada kolom Search program and files → tekan Enter



        2. Isi Network name (terserah), pilih Security type sesuai keinginan anda
          • No authencation (Open) : Tanpa keamanan
          • WEP dan WPA2-Personal : Menggunakan password untuk keamanan dan membatasi pengguna
          kemudian centang Save this network → Next



        3. Setting Dial-up Modem, Control Panel → Network and Sharing Center → Change adapter settings → klik kanan Dial-up modem anda → Properties
        4. Pada dialog Properties buka Tab Sharing → centang Allow other network users to connect through this computer's Internet Connection → pilih Wireless Network Connection → klik Settings dan centang semuanya → OK



        5. Jika berhasil maka akan terlihat seperti ini


        6. Connect kan modem anda 



        7. Sekarang kita beralih ke PC ke 2, buka Wireless Network Connection → pilih Connect pada SSID yang telah anda buat tadi


        8. Isi password yang tadi anda buat jika memilih WEP/WPA2-Personal


        9. Jika sudah terkoneksi, klik kanan SSID → status → Properties → Internet Protocol Version (TCP/IPv4) → Properties → ubah DNS sesuai dengan DNS PC pertama 




        10. untuk melihat DNS, kembali ke PC pertama, buka Command Prompt dan ketikkan ipconfig/all atau klik kanan pada SSID yang telah connect → Status → Details...
        11. Buka Browser anda dan lakukan tes koneksi,

        SHARING FILE DENGAN WIRELESS/AD HOC


        SHARING FILE DENGAN WIRELESS/AD HOC





        Seiring dengan perkembangnya zaman, kita bisa berbagi file dari satu komputer ke komputer yang lain tanpa perlu menggunakan media tambahan seperti flashdisk maupun MMC, karena kita bisa menggunakan fasilitas wireless, sehingga apabila kita ingin berbagi file yang memiliki ukuran yang cukup besar.

        Step by step pada PC Server (pemberi file)
        Untuk step by step nya silahkan di lihat pada tutorial dibawah ini ;


        1. Pertama, silahkan masukkan file yang akan Anda bagikan ke dalam satu buah folder, kemudian klik kanan > Properties >  Sharing > Pilih Share

        2. Kemudian pilih kepada siapa folder akan di share, pilih saja Everyone.

        3. Setelah itu, buatlah jaringan Ad Hoc, caranya buka Control Panel > Network and Internet > Manage Wireless Networks > kemudian klik Add

        4. Kemudian pilih pada " Create an ad hoc network"

        5. Masukkan nama jaringan Anda, nama ini yang akan tampil untuk mengenali jaringan Anda, pada security type silahkan tentukan apakah Anda ingin menambahkan password atau tidak untuk komputer yang akan mengakses file sharing Anda.

        6. Jika berhasil, akan muncul gambar diatas ini, The Wifi Network is ready to use

        7. Langkah berikutnya, atur IP Wireless pada PC yang membagikan file, misalnya 20.20.20.6 isi subnetmask dengan 255.255.255.0

        Step by step pada PC Client (penerima file)

        1. Nyalakan perangkat wifi pada laptop atau komputer Anda, terlihat jaringan yang tadi saya buat dengan nama "wifi" silahkan klik connect

        2. Setelah PC terkoneksi dengan jaringan tersebut, atur IP wireless pada PC penerima file satu jaringan dengan IP Pemberi file, misalnya  20.20.20.7 isi subnetmask dengan 255.255.255.0 [subnetmask harus sama]

        3. Jika IP Sudah diatur, buka Run (Windows+R) kemudian ketikkan \\20.20.20.6 <--------- IP PC Pemberi file kemudian tekan enter.


        4. Jika berhasil, maka akan membuka Windows Explorer dan nampak folder- folder yang di share 
        pada PC Pemberi file. Silahkan copy file yang Anda inginkan ke PC Anda.

        Sharing File Dengan Kabel Jaringan

        CARA SHARING FILE MENGGUNAKAN KABEL LAN


                        Jika transfer file dan folder menggunakan kabel LAN maka keceoantan transfer akan sangat cepat mencapai 10mb - 15mb/s, karena LAN adalah media jaringan yang sangat baik dalam mentransfer data.Berikut langkah-langkah sharing file dengan menggunakan kabel LAN antara 2 komputer.
        1.       Pertama tancapkan kabel UTP Cross ke port yang ada di komputer.
        2.       Kemudian klik kanan pada network dan pilih Open Network and Sharing Center.


        3.       Kemudian pilih Local Area Connection.


        4.       Lalu klik properties, pilih Internet Protocol Version 4(TCP/Ipv4) dan klik properties.


        5.       Lalu ketik IP sesuai dengan keinginan kita, tapi saya akan menggunakan IP kelas C yaitu 192.168.1.15, dan pada segment terakhir angka harus beda degan komputer lainnya. Kemudian klik OK


        6.       Kemudian matikan firewall dengan cara masuk ke control panel -> system and security -> windows firewall -> turn windows on or off.


        7.       Kemudian cek IP kita apakah sudah tersambung atau belum menggunakan perintah ping pada CMD, disini saya menggunakan IP 192.168.1.15.


        8.       Jika sudah ada reply maka komputer sudah bisa untuk mengshare file.
        9.       Kemudian klik kanan folder yang akan di share lalu pilih share with dan pilih Specific people..


        10.   Lalu pilih Everyone, lalu pilih Add, kemudian klik Everyone dan klik Share


        11.   Kemudian klik Done.


        12.   File berhasil di sharing